Header Ads

alt/text gambar

Pak Raden dan "Pak Raden" Lainnya Riwayatmu Kini dan Nanti

     Siapa sih yang tidak mengenal Pak Raden?. Mungkin bagi yang suka menonton program edukasi "Si Unyil" di salah satu stasiun tv swasta pasti tahu atau bahkan mengenal Pak Raden yang merupakan salah satu tokoh dalam program tersebut #BagiYangGaTahuKelautAJa upss. Program tv tersebut telah lama mengudara kalau saya tidak salah mulai tahun 80-an kata mama saya ^_&. Pak Raden kembali terdengar di telinga saya kita setelah sekian lama menghilang dan terlupakan karena memang cukup lama media tidak mengekspose Pak Raden, karena dulu beliau saya lihat sering masuk TV baik itu di program berita, Infotainment, maupun di program "Si Unyil" itu sendiri. Namun yang media beritakan tersebut bukan tentang perjuangannya atau mungkin gaya dan perkataan humorisnya tetapi yang media beritakan adalah berita duka, berita kepergian "Sang Pencipta Si Unyil".

     Kepergiannya sangat miris bagi saya, karena selama hidupnya kabarnya Pak Raden yang memiliki nama lengkap Drs. Suyadi tidak pernah mendapatkan loyalti dari program edukasi populer Si Unyil hingga beliau wafat pada 30 Oktober 2015 karena sakit di RS. Pelni Petamburan pukul 22.20 WIB. Perjuangannya dan pengabdiannya seolah-olah tidak dihargai dan lewat begitu saja, hal itulah yang membuat saya miris betapa tidak dihargainya karya-karya atau apapun itu begitu murahnya jika di launching di Indonesia.

     Jadi tidaklah heran jika anak-anak bangsa yang kreatif, pintar, jenius lebih memilih untuk berkarier di luar negeri ketimbang berkarier di Indonesia, karena mereka merasa tidak berguna di Indonesia dan lebih berguna di luar negeri. Di luar sana, karya, ciptaan, atau penemuan mereka tentu akan lebih dihargai di sana ketimbang di sini (Indonesia, red) serta tentu mereka akan mendapat bantuan sumberdaya (keuangan) yang cukup mungkin lebih untuk pengembangan/penelitian terhadap hasil ciptaan/penemuan mereka , baik dari pihak pemerintah maupun swasta disana. Jadi intinya disana segalanya didukung selama hal tersebut bersifat positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Maka tidaklah heran sudah ribuan anak bangsa cerdas nan kreatif yang memilih berkarier di luar sana daripada di dalam negeri, saya ingat seorang invertor Indonesia di program Kick Andy pernah berkata:

" Lebih baik saya berkarier di luar negeri dari pada di dalam negeri karena saya lebih dihargai, prasarana penunjang memadai, dan keuangan cukup yang akhirnya saya berguna dan ilmu saya bermanfaat dan otomatis mengharumkan nama bangsa daripada jika saya berkarier di dalam negeri kurang dihargai, prasarana penunjang bagi ilmu saya kurang, keuangan kurang yang akhirnya saya tidak berguna dan ilmu saya tidak bermanfaat dan tidak bisa mengharumkan nama bangsa."

Oh Indonesia....Apa yang salah dengan "masyarakatmu".....

M. Almuharrom R
October 31, 2015
Palembang, Indonesia

Tidak ada komentar

Jika merasa artikel yang di baca Menarik tolong beri komentarnya

Diberdayakan oleh Blogger.